Kategori: DevOps

Seiring dengan metode pengembangan agile, system administration juga dituntut untuk berevolusi secara cepat. Hal ini yang menyebabkan lahirnya apa yang disebut sebagai DevOps. Kategori ini digunakan untuk semua artikel yang berhubungan dengan DevOps seperti Docker, Jenkins, Travis dan Continous Integration / Continous Delivery lainnya. Selain itu, artikel yang sebelumnya masuk dalam bidang system administration seperti konfigurasi aplikasi dan tuning database juga ikut dikelompokkan dalam kategori ini.

Mengoptimalkan MySQL untuk integration testing

Pada saat pertama kali bekerja di dunia IT dan mempelajari Oracle Database, saya mendapatkan nasehat: “Tidak ada satu database tunggal yang bekerja dengan baik di semua jenis aplikasi. Untuk itu, database perlu dioptimalkan oleh database administrator.” Sekarang, setelah lebih banyak bekerja di startup, saya jarang sekali menemukan peran database administrator lagi! Hal ini karena startup lebih berfokus pada membuat sebuah aplikasi seminimal mungkin (minimum viable product) dan segala sesuatu yang berada di cloud membuat programmer memiliki pola pikir ‘tinggal pakai saja’.

Kategori: DevOps Tags: MySQL

Memakai Docker Compose Untuk AppEngine

Pada suatu hari, saya menulis README.md berisi panduan bagi programmer untuk menjalankan aplikasi yang saya deploy di Google Cloud Platform. Seperti layaknya aplikasi microservices, aplikasi tersebut terdiri atas proyek App Engine dan beberapa modul Cloud Functions. Komunikasi antar service dilakukan melalui Cloud Pub/Sub. Database yang dipakai adalah MySQL dan Cloud Datastore. Terdengar rumit, bukan? Saya perlu memutar otak untuk menulis lebih dari dua paragraf guna menjelaskan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi dari awal. Ini masih belum termasuk peringatan seperti masalah emulator lokal Cloud Functions yang tidak mendukung Node 8 sementara Angular CLI terbaru mewajibkan minimal Node 8. Apakah ada cara yang lebih singkat bagi programmer lain untuk menjalankan aplikasi ini di laptop barunya?

Staging dan Production Dengan Konfigurasi Berbeda Di Proyek App Engine Yang Sama

Saya sedang mengerjakan sebuah proyek yang di-deploy secara otomatis melalui Continuous Integration (CI) pipeline ke dua proyek Google App Engine yang berbeda. Deployment pertama akan dipakai untuk keperluan staging. Setelah fitur di staging ini diuji menyeluruh oleh manusia, CI akan men-deploy kode program yang sama persis ke proyek Google App Engine lainnya. Proyek kedua ini akan diakses oleh publik (disebut juga production).