Tag: AppEngine

Google App Engine adalah platform serverless dari Google Cloud Platform yang mendukung bahasa populer seperti Java, PHP, Node.js, Python dan sebagainya. App Engine tersedia dalam standard environment dan flexible environment. Standard environment memiliki biaya yang lebih murah bahkan gratis bila tidak ada pengguna yang mengakses website. Flexible environment memungkinkan lebih banyak pengaturan infrastruktur sistem operasi karena aplikasi di-deploy ke Docker container, bukan sandbox seperti pada standard environment.

Memakai Docker Compose Untuk AppEngine

Pada suatu hari, saya menulis README.md berisi panduan bagi programmer untuk menjalankan aplikasi yang saya deploy di Google Cloud Platform. Seperti layaknya aplikasi microservices, aplikasi tersebut terdiri atas proyek App Engine dan beberapa modul Cloud Functions. Komunikasi antar service dilakukan melalui Cloud Pub/Sub. Database yang dipakai adalah MySQL dan Cloud Datastore. Terdengar rumit, bukan? Saya perlu memutar otak untuk menulis lebih dari dua paragraf guna menjelaskan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi dari awal. Ini masih belum termasuk peringatan seperti masalah emulator lokal Cloud Functions yang tidak mendukung Node 8 sementara Angular CLI terbaru mewajibkan minimal Node 8. Apakah ada cara yang lebih singkat bagi programmer lain untuk menjalankan aplikasi ini di laptop barunya?

Kategori: DevOps Tags: AppEngine Docker

Staging dan Production Dengan Konfigurasi Berbeda Di Proyek App Engine Yang Sama

Saya sedang mengerjakan sebuah proyek yang di-deploy secara otomatis melalui Continuous Integration (CI) pipeline ke dua proyek Google App Engine yang berbeda. Deployment pertama akan dipakai untuk keperluan staging. Setelah fitur di staging ini diuji menyeluruh oleh manusia, CI akan men-deploy kode program yang sama persis ke proyek Google App Engine lainnya. Proyek kedua ini akan diakses oleh publik (disebut juga production).

Kategori: DevOps Tags: AppEngine