Tag: JavaScript

Sebuah bahasa pemograman sederhana yang diciptakan dalam waktu 10 hari dengan tujuan melengkapi Java. Kini, JavaScript bisa bersaing dengan Java di sisi server dengan runtime seperti Node.js dan repository seperti npm. Selain mencakup bahasa JavaScript, tag ini juga meliputi Web APIs yang biasa dipergunakan bersama dengan JavaScript di sisi client seperti Service Worker API, Canvas API, dan sebagainya.

Membuat Web App Manifest

Salah satu ciri website PWA adalah sudah dilengkapi dengan web app manifest. Setelah memiliki web app manifest, pengguna bisa men-install website di Android tanpa harus melalui Google Play Store. Web site tetap bisa bekerja bila dijalankan dari shortcut hasil instalasi karena sudah menggunakan service worker. Untuk merasakan pengalaman install website, saya akan menambahkan web app manifest pada situs blog ini.

Kategori: Pemograman Tags: JavaScript PWA

Melakukan Query DNS Lewat HTTPS

Salah satu hal menarik dari DNS Resolver Cloudflare yang diluncurkan 1 April 2018 kemarin adalah ia bisa dipanggil melalui HTTPS. Ini adalah apa yang disebut sebagai DNS over HTTPS (DoH). Selain Cloudflare, DNS Resolver dari Google juga mendukung DoH. Bukan hanya itu, juga sudah tersedia website untuk pencarian hasil query DNS di https://dns.google.com.

Kategori: Pemograman Tags: JavaScript DNS

Memakai Service Worker Agar Website Berfungsi Saat Offline

Walaupun situs ini adalah sebuah situs statis, saat mencobanya secara offline, saya menemukan sebuah masalah. Setelah cache kadaluarsa, browser berusaha menarik file dari CDN seperti Bootstrap, Highcharts dan sebagainya. Alangkah baiknya bila saya menyimpan file yang dibutuhkan secara permanen untuk dipakai secara offline. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan Service Worker API yang biasanya identik dengan Progressive Web Apps.

Kategori: Pemograman Tags: JavaScript PWA Jekyll

Memakai Algolia Untuk Fitur Pencarian Di Jekyll

Salah satu fitur yang tidak saya jumpai setelah beralih dari Wordpress ke Jekyll adalah pencarian. Cukup masuk akal karena Jekyll menghasilkan halaman HTML statis tanpa menggunakan fasilitas di sisi server seperti database. Oleh sebab itu, bila ingin memiliki fitur pencarian, saya perlu menggunakan search engine terpisah yang akan meng-index setiap post di blog ini. Biasanya saya akan men-install ElasticSearch yang men-ekspos fasilitas pencariannya dalam bentuk REST API ‘siap saji’ bagi klien. Sebagai latihan, kali ini saya akan menggunakan Algolia yang merupakan layanan hosted tanpa perlu instalasi. Salah satu nilai tambah Algolia adalah memiliki Search UI yang menyediakan widget siap pakai untuk ditempelkan ke website. Karena ini adalah situs pribadi yang sederhana, saya mendaftar pada plan gratis Algolia yang memiliki batas 10.000 records dan 100.000 operasi pencarian per bulan.